Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2022

Sisa Rasa Bagian 7.

Di dalam mobil Killa terus saja menggerutu karena kesal dengan Ali gara-gara Ali, Killa hampir saja telat ke sekolah cuman hal sepele kenapa Abangnya semarah itu? Aneh sekali bukan?. Dan lebih parah lagi sebelum benar-benar berangkat Ali menyuruh Killa untuk mencuci tangan LAGI, ingat LAGI. Dan Killa hanya bisa pasrah karena kalau tidak dilakukanya Ali tentu saja sangat marah pada Killa, Killa berencana untuk membilangkan pada Nafilla dan Adriansyah apa yang terjadi sebelum Killa berangkat sekolah. Selagi menunggu untuk sampai di sekolah Killa memakan pisang untuk sekedar mengisi perutnya terlebih dahulu agar saat jam pelajaran ia tidak merasa lapar, setelah selesai lantas Killa membuang kulit pisang di tempat sampah yang telah disediakan di bagian tengah mobil, saat Killa ingin membuang tidak sengaja Ali melihat dan menegur Killa. "Ambil sampah lo lagi," ujar Ali tanpa melihat Killa. Killa menatap Ali bingung. "Kenapa sih Bang masalah sepele ini lo marah? Gue kan cuman ...

Sisa Rasa Bagian 6.

 Kia tiba di kampusnya hari ini tidak perlu membutuhkan banyak waktu untuk sampai di kampus karena hari ini tidaklah macet tidak seperti biasanya. Kia menuju kelasnya setelah memarkirkan mobilnya di perkarangan parkir sambil menuju kelas Kia bermain ponselnya dengan serius karena Kia membaca materi yang sebelumnya dikasih oleh Dosen, Kia sebelumnya tidak sempat untuk membaca materi atau mempelajari materi tersebut namun hari ini Kia memutuskan untuk membaca sekedar menambah pengetahuan saja. Saat sedang serius membaca Kia tidak sengaja menabrak seseorang hingga ponselnya jatuh. "Aduhh sorry ya," ujar orang tersebut dengan merasa bersalahnya. Kia berdecak kesal tapi apa boleh buat ini tidak sepenuhnya salah orang tersebut, ini juga kesalahan Kia yang terlalu fokus hingga tidak melihat jalan di depannya. "Iyaa nggak apa-apa," balas Kia sambil mengambil ponselnya. "Ponsel lo nggak apa-apa kan?" tanya orang tersebut. Kia menggeleng sambil tersenyum paksa. ...

Sisa Rasa Bagian 5.

"Assalamualaikum Ali pulang," ujar Ali yang baru saja sampai dirumahnya. "Waalaikumsalam," balas kedua orangtua Ali dan adiknya yakni 'Syakilla Delia Adriansyah'. "Baru pulang bang?" tanya Killa. Killa dan Ali jaraknya tidaklah jauh hanya berbeda 5 tahun saja kini Killa masih duduk dibangku SMA kelas 3 atau kelas akhir. "Iya," balas Ali singkat. Sifat Ali dan Killa tidak jauh berbeda yakni sama-sama mempunyai sifat dingin, cuek, dan susah untuk membuka hati. Tak jarang di sekolah Killa menjadi bahan incaran para laki-laki karena kecantikannya ditambah memiliki wajah yang sangat manis membuat semua laki-laki di sekolahnya ingin mengejar Killa tapi apalah daya Killa tidak menanggapi itu semua, bagi dirinya laki-laki yang ia percaya hanya Papa dan Ali saja. "Dari rumah Kia bang?" tanya Nafilla, Bunda Ali dan Killa. "Iya Bun, tadi mampir bentar sebelum pulang," balas Ali. "Oh iya gimana Kia sekarang? Papa udah jarang ...

Sisa Rasa Bagian 4.

Seperti yang dikatakan Ali, ia menunggu Kia di cafe sebrang depan kampus mereka. Ali mencari tempat yang senyaman mungkin untuk dirinya, Ali mengedarkan pandangannya untuk mencari tempat dan mata Ali jatuh pada tempat pojok dekat jendela tanpa aba-aba lagi Ali bergegas untuk duduk disana. "Permisi Mas mau pesan apa?" tanya waiters tersebut. "Ice coffee latte satu dan dessert tiramisu satu," pesan Ali. "Baik, ditunggu pesanannya ya," waiters itu berlalu untuk membuat pesanan Ali. "Sudah gue duga dengan jawaban Kia, tapi sampai kapan gue pendem sendiri? Alasan gue nggak mau buka hati untuk cewek lain karena gue sangat mencintai Kia, gue nggak tau kapan perasaan ini muncul tapi yang jelas gue sangat teramat mencintai Kia jatuhnya tu gue sama Kia jadi friendzone," gumam Ali sambil melihat ke arah jendela. "Sampai kapan sih Ki lo bisa percaya kalau gue sangat mencintai lo? Sampai kapan gue nunggu itu semua Ki? Gue takut lo berpaling dari gue, gue...

Sisa Rasa Bagian 3.

Setelah 2 jam pelajaran akhirnya kelas Ali selesai, materi hari ini sangatlah membuat kepala Ali mumet betapa tidak selain pelajarannya yang sangat sulit ditambah dosen yang begitu singkat menjelaskan lalu memberi tugas 10 soal dan harus siap selama 1 jam membuat Ali pusing. Setelah kelas selesai Ali memutuskan untuk menunggu Kia di kelasnya, Ali melihat arah kelas Kia yang masih sepi. "Belum selesai?" tanya Ali dalam hati.   Selagi menunggu Kia keluar Ali memutuskan untuk duduk di bangku yang tidak jauh dari kelas Kia sambil memainkan ponselnya, saat sedang asik dengan ponselnya Ali dikagetkan oleh temannya. "Hai Li?" sapa Olivia teman sekelas Ali. Ali menoleh kepada Olivia dan mengangguk seolah mengucapkan "Hai" juga. "Lo ngapain?" tanya Kia. "Seperti yang lo liat," balas Ali dingin. Olivia yang mendengar jawaban Ali tentu sangat kesal. "Hemm lo udah makan belum? Kalau belum yuk makan bareng gue yang bayarin deh?" tawar Oliv...

Sisa Rasa Bagian 2.

Kisah ini hanyalah sebuah fiktif hasil dari imajinasi saya saja. "Ba kita mau makan dimana?" tanya Kia. "Lo mau ayam penyet nggak?" tawar Ali. Dengan cepat Kia menjawab. "Mau mau gue mau," "Yaudah kita makan ayam penyet aja ya?"  "Oke Ba!!!" Sesampainya di tempat makan ayam penyet Ali langsung memesan dan kembali duduk disamping Kia. "Ba, gue kangen Papa," ujar Kia lirih.  Papa Kia telah meninggalkan Kia dan mamanya 2 tahun yang lalu akibat kecelakaan pesawat saat ingin pergi ke singapura karena badai membuat pesawat hilang kendali dan jatuh di lautan. Ali merangkul Kia memberinya ketenangan. "Kalau lo kangen lo harus berdoa dong untuk Papa biar dia tenang di atas sana dan gue yakin Papa lo akan tenang dan bahagia karena melihat putri semata wayangnya udah dewasa, cantik, dan ceria," hibur Ali. Kia menatap Ali tersenyum haru. "Makasih lo udah jadi pengganti Papa gue Ba," Kia memeluk Ali erat. Ali mengangguk...

Sisa Rasa Bagian 1

 Kisah ini hanyalah fiktif hasil imajinasi saya saja😊 Di sebuah kampus Universitas Andra Wijaya tempat dimana Kia belajar menuntut ilmu disana, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi merupakan impian Kia semenjak masih dibangku SMA alasannya karena ia ingin sekali bekerja di stasiun televisi. Semester per semester telah ia lalui kini ia masuk semester 5 atau pertengahan semester tak terasa sudah ia lalui dengan suka dan cita. Kia memiliki seorang sahabat laki-laki yang seringi ia panggil dengan sebutan "Alibaba" ya "Ali Delio Adriansyah" merupakan sahabat Kia sejak SD, sehingga membuat dirinya dan Kia sangat dekat sekali bak bagaikan perangko dan lem yang tidak akan pernah terpisahkan. Namun sayang ada sebuah rahasia yang Ali simpan sehingga Kia tidak mengetahuinya jika Kia tau Ali yakin Kia akan marah besar pada Ali. Kini Ali dan Kia tengah makan siang seusai pelajaran di kelas mereka masing-masing. Ya Ali dan Kia berbeda jurusan, Ali mengambil jurusan Akuntansi. Banya...