Sisa Rasa Bagian 1
Kisah ini hanyalah fiktif hasil imajinasi saya saja😊
Di sebuah kampus Universitas Andra Wijaya tempat dimana Kia belajar menuntut ilmu disana, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi merupakan impian Kia semenjak masih dibangku SMA alasannya karena ia ingin sekali bekerja di stasiun televisi. Semester per semester telah ia lalui kini ia masuk semester 5 atau pertengahan semester tak terasa sudah ia lalui dengan suka dan cita. Kia memiliki seorang sahabat laki-laki yang seringi ia panggil dengan sebutan "Alibaba" ya "Ali Delio Adriansyah" merupakan sahabat Kia sejak SD, sehingga membuat dirinya dan Kia sangat dekat sekali bak bagaikan perangko dan lem yang tidak akan pernah terpisahkan. Namun sayang ada sebuah rahasia yang Ali simpan sehingga Kia tidak mengetahuinya jika Kia tau Ali yakin Kia akan marah besar pada Ali.
Kini Ali dan Kia tengah makan siang seusai pelajaran di kelas mereka masing-masing. Ya Ali dan Kia berbeda jurusan, Ali mengambil jurusan Akuntansi. Banyak Mahasiswa yang iri dengan kedekatan Kia dan Ali karena wajah Ali yang sangat tampan dan Kia yang sangat cantik membuat mereka iri.
"Ba?" panggil Kia di sela makannya.
Ali yang dipanggil hanya berdehem saja karena sedang menikmati makanannya.
"Kita kan udah sahabatan lama banget dari bocil sampai sekarang, dan gue liat selama ini lo nggak pernah deketin cewek atau pacaran kenapa?" tanya Kia.
Aktivitas makan Ali terhenti ketika mendengar pertanyaan Kia, Ali diam sambil memikirkan bagaimana ia menjawabnya.
"Ba? Kok lo diem sih?" tanya Kia.
Ali masih diam tak menjawab pertanyaan Kia.
"Ada sesuatu yang lo sembunyiin dari gue?"
"Nggak ada!" jawab Ali cepat.
Kia heran dengan tingkah Ali tapi Kia tetap berfikir positif dan tidak mempermasalahkannya.
"Terus kenapa?"
"Ya gue nggak pengen aja," jawab Ali santai dan berbohong.
"Yakin? Lo kan ganteng gue aja sebagai cewek tertarik sama lo tapi karena kita sahabatan gue nggak mau merusak persahabatan kita," jelas Kia sambil tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa padahal ucapan Kia sangat menyakiti Ali.
"Gue suka dan cinta sama lo Ki!!!!" teriak Ali dalam hati.
"Yaudah kalau gitu kita pacaran aja,"
Kia melebarkan matanya tak percaya.
"Lo gila? Nggak mungkin lah lo sama gue sahabat selamanya bahkan sampai lo punya cucu kita masih tetap sahabatan," cerocos Kia.
"Lah tadi katanya lo tertarik sama gue karena wajah gue yang ganteng," ujar Ali menggoda Kia sambil menaik turunkan alis matanya yang sangat tebal yang membuat Kia selalu merasa iri.
"Pokoknya kita sampai tua tetap sahabatan dan status persahabatan kita nggak akan pernah ganti sampai kapan pun!" pekik Kia.
"Udahlah balik yuk gue udah kenyang," ajak Ali.
"Lo yang bayarin kan Ba?" tanya Kia memastikan.
"Bawel lo," balas Ali.
Kia tersenyum sumringah lumayan hari ini ia tidak mengeluarkan uang dan bisa menghemat uang jajannya.
Setelah membayar Ali dan Kia pergi dari kantin dan menuju ke parkiran untuk pulang, selama menuju arah kantin tangan mereka selalu memegang erat seolah takut kehilangan tapi bagi mereka ini sudah biasa.
Selama perjalanan Kia merasa heran pasalnya ini bukan arah rumah Kia kemana Ali akan membawa Kia?.
"Ba? Inikan bukan arah rumah gue kita mau kemana?" tanya Kia.
"Lo lupa kalau hari ini gue ada jadwal futsal?" balas Ali.
"Gue inget, terus kenapa?" tanya Kia lagi.
"Temenin gue futsal,"
"Siapp bosss!!" balas Kia senang. Setidaknya ia bisa merefreshing otaknya karena tugas dan materi kuliah yang membuat ia mumet.
****
Setibanya di tempat futsal Ali, Ali langsung mengganti baju dan Kia menunggu Ali di luar sambil melihat lapangan yang akan di mainkan oleh Ali.
"Ki?" panggil Ali saat sudah selesai mengganti bajunya.
Kia menoleh sambil tersenyum. "Udah selesai?" tanya basa basi Kia.
Ali hanya mengangguk dan menarik lengan Kia. "Ayo," ajak Ali.
Setelah masuk ke lapangan dengan setia Kia menunggu dan menyemangati Ali di tempat duduk yang telah disediakan.
"Baba ayo semangat!!!!" teriak Kia memberi semangat kepada Ali.
"Ba ayo masukin bolanya!"
"Baba menang baba menang!"
"YEAYYYY!!!! BABA MENANG!!!" teriak senang Kia saat bola yang dimasuki Ali masuk dan tim Ali menang.
Setelah bersalam kepada satu tim, Ali menghampiri Kia. Dengan sigap Kia memberi handuk kecil yang sudah Ali bawa dan air mineral untuk Ali.
"Makasih," ujar Ali setelah meneria handuk kecil dan air mineral.
"Lo keren mainnya Ba gue kagum deh sama lo," puji Kia.
"B aja," balas Ali.
"Ah lo mah nyesel gue muji lo tau nggak!" rajuk Kia.
Ali terkekeh melihat wajah Kia yang sedang ngambek, Ali mengacak pelan rambut Kia sambil tersenyum manis.
"Makasih ya cantiknya Baba," ujar Ali tulus.
Pipi Kia merona mendengar ucapan Ali.
"Ihh Baba, Kia kan jadi malu," ujar Kia sambil menangkup mukanya dengan telapak tangannya.
Kenapa harus malu bukannya ini hal biasa karena mereka sejak dulu sudah dekat sekali bagaikan orang berpacaran namun mereka tidak pacaran.
"Gue ganti baju dulu lo tunggu sini habis ini kita makan dulu sebelum pulang," ujar Ali.
"Oke, Kia nurut aja sama Baba tampan," balas Kia sambil tertawa pelan.
Ali berjalan menuju ruang ganti dan Ali tidak menyadari sedari tadi Kia memperhatikannya. "Lo tampan, baik, tapi kenapa lo nggak mau buka hati lo untuk cewek sana Ba?" ujar Kia dalam hati.
Hai hai terimakasih yang sudah baca semoga suka dengan cerita aku.
Happy reading and enjoy!!!
Komentar
Posting Komentar