PERSONAL PROFILE

  Hi, Saya Citra Maharani perempuan kelahiran tanggal 15 Maret 2002 tepatnya 21 tahun yang lalu saya dilahirkan di Kota Pariaman, Padang Sumatera Barat. Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara, saya memiliki adik laki-laki yang bernama Sylvan Nadine yang sangat jauh sekali jaraknya dengan saya. Saya besar di kota Jakarta selama 14 tahun, dan saat saya kelas 2 SMP saya pindah ke kampung saya tepatnya di Pariaman karena kedua orangtua saya pindah ke Kota Medan mengapa saya tidak ikut dengan kedua orangtua saya untuk ke medan? Dikarenakan saya belum mengurus surat pindah dari Jakarta ke Medan dan untuk itu saya memutuskan untuk sekolah dikampung karena perarturan dikampung dan kota berbeda saya bisa masuk tanpa surat pindah hanya dengan nilai saja saya bisa masuk. Selama saya berada dikampung saya mengalami Culture Shock karena saya sudah terbiasa berada di Jakarta dan untuk pertama kalinya saya tinggal dikampung tentu saja membuat saya mengalami culture shock dikarenakan jauh sekali perbedaan di Jakarta dan di kampung saya.

 Saya dikampung tinggal bersama Nenek dan Paman saya, kedua orangtua saya berada di Kota Medan, 2 tahun saya tinggal dikampung dan itu untuk pertama kalinya saya pisah dengan kedua orangtua saya dan adik saya. Untuk saya pribadi memang berat pisah dengan kedua orangtua tapi setelah itu saya juga menjadi terbiasa mandiri dan tidak menjadi manja lagi dengan kedua orangtua saya. Saya menjadi bisa yang awalnya tidak bisa seperti mencuci pakaian, menyetrika, memasak, dan lain sebagai hal. 

Semenjak saya dikampung saya memiliki pengalaman yang berkesan, seperti yang dulunya saya tidak pernah mandi disungai dan semenjak dikampung saya menjadi sangat suka mandi disungai, saya juga pernah ke sawah untuk membantu Nenek saya, memang saya awalnya merasa takut, takut karena tiba-tiba ada ular atau lintah tapi Alhamdulillah baik-baik saja dan itu merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan dan berkesan bagi saya.

Setelah saya tamat sekolah SMP saya dipindahkan lagi untuk sekolah SMA di Medan tempat kedua orangtua saya, dan saya sekolah di SMAS KARTIKA I-2 MEDAN dan untuk kedua kalinya saya mengalami Cultur Shock lagi. Kota Medan terkenal dengan bahasanya yang kasar dan itu benar saya pertama kali ke Medan mendengar orang Medan berbicara saya menjadi terkejut. Karena saya sudah terbiasa berbicara dengan lembut atau pelan dan mendengar orang berbicara seperti itu saya menjadi kaget dan lama-lama saya sudah terbiasa dengan akan hal itu.

Sejak kecil saya sangat suka menulis cerita, dulu saya belum memiliki Handphone dan saya menulis sebuah karangan saya di buku tulis yang saya khususkan untuk menulis cerita. Setiap ada lembaran kosong dibuku pelajaran saya dan dimanapun saya selalu menulis sebuah karangan cerita saya sendiri dan saya juga selalu menulis sebuah quotes hasil pemikiran saya. Seperti quotes pertama kali yang saya buat dulu yakni "Ternyata benar setiap yang terjadi tanpa alasan pasti ada alasan. Dan bodohnya kita terlalu buru-buru dalam mengambil kesimpulan seolah setiap masalah yang menghampiri bentuk ketidakadilan hidup".

Dan ada satu quotes yang sangat saya sukai seperti ini "Ingin rasanya beranjak dari sini pergi ke tempat dimana tidak ada yang mengenali. Bercerita bersama orang-orang baru, menjalani hidup dengan peran baru, menghapus, melupakan, merelakan, dan mengikhlaskan yang telah berlalu, tapi semua benar-benar sulit bertahan sendirian melawan rasa sakit. Aku akan memberimu kesempatan untuk kembali tapi tidak untuk menyakiti, aku sudah cukup sangat lelah saat ini. Tolong, berhentilah bermain dengan rasa putuskan segala hal yang membuatmu bimbang. Aku tidak ingin tersakiti lagi. Kenapa yang indah selalu membutuhkan waktu dan proses? Karena dia harus berhadapan dengan sisi gelapnya sebelum dan akhirnya bisa bersinar seperti purnama".

Dari quotes tadi bermakna tentang seseorang yang sudah sangat lelah disakiti dengan orang disekitarnya dan seolah tidak ada keadilan untuknya tidak ada yang membela dia dan semua hanya memandang dia dengan sebelah mata saja. Dan kenapa yang indah selalu membutuhkan proses yang lama? karena tidak semua apa yang kita inginkan, harapkan langsung muncul atau ada dengan cepat. Semua butuh proses dari mulai pahit, kesedihan, dan rasa lelah tapi itu semua akan sirna jika kita bersungguh-sungguh untuk meraih apa yang kita inginkan seperti quotes diatas tadi yang menyebutkan "Karena dia harus berhadapan dengan sisi gelapnya sebelum, dan akhirnya bisa bersinar seperti bulan purnama" suatu saat nanti akan bersinar seperti bulan purnama dan kita juga bisa tersenyum dengan bangga dan puas karena hasil yang kita capai.

"Terkadang ingin mengatakan seperti mana nih yang katanya peduli? tapi pada akhirnya disimpan sendiri LAGI, dan sekarang cuman ingin belajar jika ada masalah harus dihadapi sendiri semampunya agar memiliki mental yang kuat untuk kedepannya nanti". Jangan pernah berekspetasi tinggi kepada manusia karena manusia tempatnya sumber kekecewaan ia akan people come and go, ia datang dan penasaran terhadap dirimu saja jika sudah lepas rasa penasarannya ia akan pergi dan hilang begitu saja dan bisa saja dia seolah tidak mengenali kita seperti itulah manusia.

Belajar dari pengalaman saya sendiri tentang people come and go dan itu benar adanya, saya bertemu dengan seseorang yang sudah saya anggap seperti saudara kandung saya sendiri, saya sangat peduli terhadapnya, jika ia terkena musibah saya orang yang pertama khawatir terhadap dirinya sendiri tapi lambat laun ia mulai berubah dan mulai menjaga jarak dengan saya. Dan saya mikir apa saya ada salah terhadapnya? dan ia lantas pergi begitu saja. Jadi jangan terlalu menaruh ekspetasi tinggi terhadap manusia sewajarnya saja.

Berbicara kedewasaan semakin dewasa saya semakin sadar bahwa hidup banyak tuntutan yang harus dikejar, masih banyak hal yang harus dipikirkan, masih banyak hal yang harus dikerjakan. Rasa sedih, kecewa, lelah telah bercampur menjadi satu, semua harus dirasakan sendiri dan dilakukan oleh diri sendiri, IYA diri sendiri BUKAN orang lain. Dewasa itu tidak mudah, tidak menyenangkan, ketika saya kecil saya berpikir bahwa dewasa itu menyenangkan tapi nyatanya tidak dewasa tidak mudah terkadang butuh air mata untuk melampiaskan rasa kekesalan, rasa capek, rasa putus asa. Orangtua memang tidak menuntut apapun terhadap anaknya tapi kita sendiri yang ingin membahagiakan kedua orangtua kita, ingin membalas semua perjuangan orangtua untuk menyekolahkan anaknya hingga menjadi sarjana.

Terkadang kita bingung kedepannya kita akan menjadi apa? apakah akan menjadi seperti yang kita inginkan? atau malah sebaliknya? dan terkadang kita juga memiliki rasa malas untuk melakukan sesuatu ingin sukses tapi rasa malas lah yang menunda itu semua. Hidup ini bukan perihal berdoa untuk diberikan rejeki yang banyak tapi hidup ini adalah perjuangan, dimana kita berjuang mendapatkan sesuatu yang kita inginkan.

Ada salah satu quotes yang sangat menginspirasi saya yakni "Jika kamu belum berhasil mencapai tujuanmu maka ubah prinsipmu agar kamu bisa menggapai tujuanmu". Jika saya merasa sedih karena saya belum menggapai hal yang saya sukai saya selalu mengingat quotes ini, ya jika kita belum berhasil untuk menggapai salah satu impian kita maka ubah prinsip kita agar kita bisa tercapai untuk menggapai salah satu impian kita dan tentu saja diiringi dengan doa dan berusaha.

Tanpa adanya usaha dan doa semua akan sirna, dan jika hanya berdoa saja tanpa adanya usaha itu sama saja dengan tidak atau nihil karena jika kita hanya bisa berdoa tanpa melakukan apa-apa Tuhan tidak akan memberikan apa yang kita mau, Tuhan ingin melihat seberapa besar seberapa kuat seberapa sungguh-sungguh kita dalam melakukan usaha tersebut. 

Dan berbicara soal pasangan, jika sebaik-baiknya pasangan ditentukan oleh profesinya lantas saya bisa apa? Saya? Saya banyak sekali kurangnya dan lantas materi mana yang harus saya kejar terlebih dahulu?. Apakah sekarang jika ingin memiliki pasangan harus dilihat dari profesi terlebih dahulu? atau materi? dan jika kita tidak memiliki itu semua lantas apakah kita tidak berhak untuk memiliki pasangan?

We were born to be alone yang bermakna kita dilahirkan untuk sendiri lantas mengapa kita masih membutuhkan pasangan? Begitulah kiranya ucapan dari seorang yang telah lelah disakiti, seorang yang sudah terbiasa mandiri hingga ia tidak membutuhkan cinta dari seorang pasangan. Tapi kita hidup didunia ini memang membutuhkan adanya seorang untuk menjadi support system kita sendiri ya walaupun orangtua juga bisa menjadi support system tapi support system dari seorang yang kita cintai atau dari pasangan tentu saja berbeda.

Dan untuk saya pribadi saya tidak ingin meribetkan suatu hal terutama pasangan jika ada seorang yang mencoba mendekati saya dan banyak sekali perdramaan dalam diri dia sendiri, lebih baik saya menolak mengapa demikian? Jika ia serius dengan saya tidak mungkin adanya banyak perdramaan, jika ia hanya penasaran terhadap saya, saya tentu sangat merasa senang dan pintu terbuka lebar-selebarnya untuk ia pergi jika tidak bersedia menjadi teman hidup saya silahkan saja pergi dan berdiri di pinggir jalan daripada menghalangi langkah saya.

Mungkin hampir semua orang tidak tau bagaimana kita didalamnya ia hanya tau kita diluar saja seperti selalu tersenyum misalnya tapi nyatanya tidak mungkin bisa saja didalamnya ia sedang merasa hancur, sedih, hampa, rapuh tapi ia tutupi semua dengan sebuah senyuman palsu agar dunia ini tau kalau ia baik-baik saja. But you'll never know unless you walk in my shoes yang bermakna mereka tidak tau bagaimana saya karena mereka tidak akan pernah tau kecuali mereka berjalan di sepatu saya. Dan cause everybody sees what they wanna see its easier to judge me than to believe.

Cause everybody sees what they wanna see its easier to judge me than to believe bermakna kurang lebih seperti ya karena semua orang hanya melihat apa yang dilihat tanpa melihat bagaimana sebenarnya yang terjadi dan mereka hanya bisa menghakimi atau menilai sendiri tanpa mengetahui kebenaran yang ada dan tidak akan pernah percaya walaupun sudah kita jelaskan mereka tetap pada pendirian mereka sendiri.

Oh ya dari hobi saya yang sangat suka menulis saya memberanikan diri untuk mempublish karya saya di sebuah aplikasi Wattpad tempat dimana semua orang bebas untuk mempamerkan hasil karyanya. Dan saya sangat bersyukur hasil karya saya banyak disukai oleh semua orang hingga tembus kurang lebih 80 ribu pembaca. Cerita saya sangat dinantikan oleh pembaca hingga banyak pesan masuk untuk saya melanjutkan cerita yang saya buat, Senang? tentu saja saya sangat senang untuk pertama kalinya saya memberanikan mempublish cerita hasil imajinasi saya sendiri banyak disukai oleh para pembaca.

Untuk menembus 80 ribu pembaca tidak mudah memang, saya membutuhkan waktu setahun untuk para pembaca melihat cerita saya yang mungkin masih dibilang banyak kurangnya tapi saya sangat bersyukur para pembaca sangat baik kepada saya jika ada kurangnya mereka akan mengkomentar dan memberikan saran kepada saya yang tentu saja sangat saya terima untuk cerita saya lebih bagus dan menarik kedepannya. Cerita yang saya tulis berjudul "I Will Go Out Your Life" berceritakan seorang wanita yang dijodohkan oleh ibunya, dan ternyata ibunya serta teman ibunya sudah bersepakat untuk menjodohkan anak mereka masing-masing hingga mau tidak mau wanita tersebut mau karena ia takut berdosa telah menolak permintaan ibunya yang selama ini telah membesarkannya. Singkat cerita mereka sudah menjadi pasangan suami istri namun perlakuan suami terhadap istirnya tidak baik bisa dikatakan tidak terima atas perjodohan ini dengan sabarnya istri tersebut menerima perlakuan dari suaminya dan tanpa disadari ia memiliki penyakit yang mematikan hingga akhirnya ia meninggal dunia dan suaminya sangat menyesal atas perlakuan dirinya terhadap sang istri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sisa Rasa Bagian 6.

Sisa Rasa Bagian 5.

MEMAKSIMALKAN PENGELOLAAN MEDIA SOSIAL